Jumat, 19 Oktober 2012

MIKROSKOP

PENGERTIAN MIKROSKOP

Kamis, 17 November 2011


Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.
berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:


LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

PENGERTIAN NORMA

Pengertian Norma dan Macamnya


A.   pengertian
Dari segi bahasa Norma berasal dari bahasa inggris yakni norm. Dalam kamus oxford norm berarti usual or expected way of behaving[1] yaitu norma umum yang berisi bagaimana cara berprilaku.
Norma adalah patokan prilaku dalam satu kelompok tertentu, norma memungkinkan sesorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain, norma juga merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak prilaku seseorang.
Norma juga merupakan sesuatu yang mengikat dalam sebuah kelompok masyarakat, yang pada keselanjutannya disebut norma sosial, karena menjaga hubungan dalam bermasyarakat. Norma pada dasarnya adalah bagian dari kebudayaan, karena awal dari sebuah budaya itu sendiri adalah intraksi antara manusia pada kelompok tertentu yang nantinya akan menghasilkan sesuatu yang disebut norma. Sehingga kita akan menumukan definisi dari budaya itu seperti ini; budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang  dan diwariskan dari generasi ke generasi[2].
Adapula yang mengartikan norma sebagai nilai karena norma merupakan konkretasi dari nilai. Norma adalah perwujudan dari nilai[3] karena setiap norma pasti terkandung nilai di dalamnya, nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma. Tanpa ada nilai tidak mungkin terwujud norma. Sebaliknya, tanpa di buatkan norma maka nilai yang hendak di jalankan itu mustahil terwujud.
Jika kita berbicara norma, norma di bagi menjadi dua yaitu: norma yang datang dari Tuhan dan norma yang dibuat oleh manusia. Norma yang pertama di sebut norma agama sedang yang kedua di sebut norma sosial, meskipun pada dasarnya keduanya dalam orientasi yang sama, yakni mengatur kehidupan manusia agar menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.
Unsur pokok menurut Berry adalah tekanan sosial terhadap anggota-anggota masyarakatuntuk menjalankan norma-norma tersebut. Latar belakang pemikirannya adalah apabila aturan-aturan yang tidak di kuatkan oleh aturan-aturan sosial, maka ia tidak bisa di anggap sebagai norma sosial, sebab norma di sebut sebagai norma sosial bukan saja karena telah mendapatkan sifat kemasyarakatannya, akan tetapi telah di jadikan patokan hidup dalam prilaku[4].


B.   Macam-macam Norma:
1.    Norma agama, yaitu peraturan hidup manusia yang berisi perintah dan larangan yang berasal dari Tuhan.
2.    Norma moral/kesusilaan, yaitu peraturan atau kaidah hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia.
3.    Norma kesopanan, yaitu peraturan atau kaidah yang bersumber dari pergaulan hidup antar manusia.
4.    Norma hukum, yaitu peraturan atau kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat atau memaksa[5].
Proses institualisasi norma.
Berbicara proses, institualisasi atau pengaturan norma dalam bentuk institusi sangatlah penting di lakukan, karena tanpa dukungan sebuah lembaga, norma seiring berjalan waktu bisa saja hilang karena di tinggalkan oleh manusianya.
Institualisasi dewasa ini begitu menjamur, karena terjadinya deikotomi antara satu kepercayaan dengan kepercayaan yang lain, dimana satu kepercayaan ingin mempertahankan loyalitasnya pada  masyarakat tanpa terganggu oleh eksistensi kepercayaan lain, sehingga jalur institusi sepertinya menjadi pilihan tepat bagi ajaran-ajaran kepercayaan yang ada. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya perkumpulan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang terdaftar pada kantor direktorat pembinaan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa(Binyat)[6]
Dari data di atas, dapat kita ambil persepsi, bahwa semakin hari di negara semakin banyak ajaran baru yang bermunculan yang diikuti tentunya dengan norma-norma yang baru, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi perseberangan pendapat antara golongan-golongan yang ada. Oleh sebab itu untuk menjaga kedamaian dalam hidup bernegara, negara penting untuk mengadakan pengkordinasian diantara kepercayaan agar bisa terjalin komunikasi antar golongan yang dengan hal itu akan mencegah terjadinya kesenjangan atau perdebatan yang tidak sehat antar golongan.
Namun akibat yang akan muncul dari sebuah institualisasi, akan tersingkirnya kesalehan simbolis dari kesalehan aktual. Kesalehan simbolis kemudian akan memisahkan diri dari kerangka sosial massa dan menjadi kesalehan individual, sementara kesalehan aktual menjadi kesalehan sosial-politik[7].
Proses internalisasi norma
Proses internalisasi dimaksudkan untuk menanamkan sesuatu atau ideologi pada sesorang atau kelompok untuk memantapkan ideologi yang ada guna membentuk insan yang mulia dan bertanggung jawab berdasarkan visi misi yang diemban.
Dalam menjalankan sebuah organisasi, internalisasi sangat di butuhkan karena akan memperkuat kader yang ada dan akan mampu mempertahankan organisasi dengan jiwa rasa memiliki pada organisasi itu sendiri. Di samping itu juga internalisasi penting dilakukan karena membantu untuk menyempurnakan pemahaman kader atas organisasi. Seorang ahli estetika mengatakan: “pemahaman yang setengah tentag sebuah budaya, akan menghilangkan nilai-nilai estetika pada budaya itu sendiri”. Dengan demikian proses internalisasi sangatlah di butuhkan lebih-lebih dalam tatanan norma yang menjadi pedoman hidup masyarakat.

PANTUN PERCINTAAN


PANTUN PERCINTAAN
 


PENGAMATAN GEJALA ALAM


             PENGAMATAN GEJALA ALAM

1.    Gejala alam biotik
                gejala alam biotik hanya dimiliki atau dapat di lakukan oleh makhluk hidup, sehingga merupakan ciri-ciri makhluk hidup.

a.    Tumbuh dan berkembang
     Semua makhluk hidup ( biotik ) menunjukkan gejala pertumbuhan dan perkembangan.
b.    Gerak
     Semua makhluk hidup dapat mennjukkan kemampuannya untuk bergerak. Tumbuhan juga melakukan gerak, meskipun geraknya terbatas.
c.    Bernafas
     Semua makhluk hidup melakukan proses bernafas, yaitu : mengambil oksigen dari udara dan melepaskan karbondioksida.
d.    Berkembang biak
     Artinya bertambah banyak. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah untuk melestarikan keturunannya supaya tidak punah.
e.    Menerima dan menanggapi rangsang ( IRITA BILITA )
Gejala alam biotik lain yang dimiliki oleh makhluk hidup adalah peka terhadap rangsang. Manusia dan hewan mengenali adanya ransang melalui indera.


2.  Gejala alam abiotik
                   Gejala alam abiotik berkaitan dengan sifat fisik dan kimia di luar makhluk hidup, contohnya : hujan, pelapukan, erosi, ledakan, dan sebagainya.

a.    Hujan
     Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan ini disebut sebagai VIRGA.
Berikut ini jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya :
1)    Hujan siklonal : hujan yang terjadi karena udara panas yang naik di sertai dengan angin berputar.
2)   Hujan zenithal : hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan disekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
3)   Hujan orografis : hujan yang terjadi karena angin yang bergerak horisontal.
4)   Hujan frontal : hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas.

BAHAYA NARKOBA


                                                  BAHAYA NARKOBA

       Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya.Seperti ‘api kecil adalah kawan dan jika menjadi besar adalah lawan’.Ini ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan tentang narkoba.

       Bila seseorang menggunakan narkoba tanpa adanya pengawasan dari dokter akan sangat membahayakan si pengguna karena umumnya narkoba mengandung zat-zat beracun yang bisa menyebabkan kecanduan,merusak organ tubuh,berkurangnya daya fikir.Akibat yang lebih mengerikan adalah berujung pada kematian.

        Pengguna narkoba di bedakan menjadi 2 : narkoba jalanan {ilegal} dan narkoba legal.Dalam dunia medis narkoba di bedakan menjadi 3 golongan besar,yakni NARKOTIKA,PSIKOTROPIKA,DAN ZAT ADITIF LAINNYA.Ketiga jenis narkoba tersebut juga sering disebut dengan NAPZA.

        Data dan fakta menunjukkan persentase tertinggi pengguna narkoba adalah anak-anak.


                        


 






             

Kamis, 18 Oktober 2012

B.INDONESIA

                                                                           Karya Sastra
karya sastra adalah hasil cipta rasa dan karsa manusia yang berwujud seni. karsa adalah kehendak / ide.
Macam-macam karya sastra :
  • puisi,
  • pantun,
  • karangan, 
  • syair, 
  • lagu, 
  • prosa, 
  • drama.
                                                               Aspek Ketrampilan Berbahasa

  1. Mendengarkan / menyimak 
  2. Berbicara
  3. Membaca 
  4. Menulis
Macam-macam membaca :
  1. Sekilas / scanning
  2. Cepat
  3. Dalam hati
  4. Nyaring
  5. Indah 
Macam-macam karagan 
  1. Narasi
  2. Deskripsi
  3. Argumentasi
  4. Persuasi
  5. Eksposisi
Narasi : karangan yang berbentuk cerita yang disusun berdasarkan kronologi atau urutan waktu.

Deskripsi : Karangan yang menggambarkan objek ( tempat,benda,manusia ) sehingga pembaca ikut merasakan apa yang di tuliskan oleh penulis , dengan kesan panca indera.

Argumentasi : karangan yang membutuhkan bukti dan alasan yang kita tuliskan.

Persuasi : karangan yang berisi ajakan atau bujukan sehingga pembaca mengikuti apa yang di sampaikan oleh penulis.

Eksposisi : karangan yang memapakan suatu informasi sehingga pembaca mengetahui apa yang di tuliskan oleh penulis.